Rencana Pembangunan Masjid Akmaliah

Rencana Pembangunan Masjid Akmaliah
Pembangunan Masjid Akmaliah Kedepan
Tampilkan postingan dengan label Ibadah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibadah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 April 2014

Sabar dan Ikhlas

Apabila kita mendapatkan ujian dari Allah dengan ujian yang menyenangkan seperti diberikan rezeki yang banyak, harta melimpah, banyak uang, rumah bagus, mobil mewah, pada umumnya kita kita bisa lebih sabar.
Tetapi jika kita di uji oleh Allah dengan ujian kesulitan, ujian kehilangan dan atau musibah maka kebanyakan dari kita, akan merasa begitu sulit menerimanya dan sulit untuk bisa sabar.

Ujian kesulitan, ujian kehilangan, kekurangan musibah, penyakit,  kemiskinan, adalah perkara biasa yang dihadapi oleh manusia selama hidup di dunia ini.  Perhatikan firman Allah SWT berikut ini :
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: 
"Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah [2] : 155-157).


Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (QS. Al ‘Ankabuut [29] : 2)



Ketahuilah, sabar akan sangat sulit dilakukan, apabila kita tidak mampu menyadari, bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini, pada hakikatnya hanyalah ujian. Harta yang kita miliki, karir yang bagus, rumah dan mobil mewah yang kita miliki, anak dan keluarga, itu semua adalah ujian dari Allah dan titipan Allah.


Apakah kita bersyukur atau menjadi kufur?
Kita harus memahami dengan sebaik-baiknya bahwa Allah lah pemilik yang sebenar-benarnya atas segala sesuatu apapun yang kita miliki di dunia ini. Dengan menyadari bahwa semua yang kita miliki sebenarnya adalah milik Allah dan titipan Allah, maka begitu Allah mengambilnya dari kita, insya Allah kita akan lebih mudah merelakannya. Karena kita menyadari, bahwa semua itu adalah milik Allah dan titipan Allah.  Dan yang namanya titipan, suatu saat nanti memang pasti akan kembali pada pemiliknya, kapanpun pemiliknya menghendaki apa yang dititipkan kembali atau mau mengambilnya dari kita, maka kita harus dengan rela memberikannya.

Jadi, jangan menjadi stres, terpukul dan merasa kehilangan yang sangat berat, apabila kemarin kita masih punya mobil, sekarang sudah tidak lagi, jangan stres dan bersedih hati apalagi sampai meratapi nasib, apabila bulan kemarin usaha kita masih sukses, sedangkan sekarang kita mengalami kegalalan yang besar.
Karena sesungguhnya dengan adanya musibah, maka seorang hamba akan mendapatkan pengampunan dari Allah SWT. Perhatikan sabda Rasulullah saw berikut ini:  
“Tak seorang muslim pun yang ditimpa gangguan semisal tusukan duri atau yang lebih berat daripadanya, melainkan dengan ujian itu Allah menghapuskan perbuatan buruknya serta menggugurkan dosa-dosanya sebagaimana pohon kayu yang menggugurkan daun-daunnya.” (HR Bukhari dan Muslim).


Ketahuilah dan yakinlah, bahwa sesungguhnya dalam setiap cobaan berat yang Allah SWT berikan untuk kita, maka ada hikmah dan pahala yang besar yang menyertainya. Seperti sabda  Rasulullah SAW, “Sesungguhnya pahala yang besar itu, bersama dengan cobaan yang besar pula. Dan apabila Allah mencintai suatu kaum maka Allah akan menimpakan musibah kepada mereka. Barangsiapa yang ridha maka Allah akan ridha kepadanya. Dan barangsiapa yang murka, maka murka pula yang akan didapatkannya.” (HR. Tirmidzi, dihasankan al-Albani dalam as-Shahihah [146]).


Rasulullah SAW  bersabda :
“Tiada henti-hentinya cobaan akan menimpa orang mukmin dan mukminat, baik mengenai dirinya, anaknya, atau hartanya sehingga ia kelak menghadap Allah SWT dalam keadan telah bersih dari dosa (HR. Tirmidzi).


Rasulullah SAW bersabda, 

“Tidaklah seseorang mendapatkan pemberian yang lebih baik dan lebih lapang daripada kesabaran.” (HR. Bukhari dan Muslim).


Kita harus rela menerima segala  ketentuan  Allah  dan menyadari bahwa apapun yang terjadi, sudah ditetapkan Allah SWT dalam Lauhul Mahfuzh. Kita wajib menerima segala ketentuan Allah dengan penuh keikhlasan. Allah SWT berfirman :

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS al-Hadid [57] : 22)


Apabila kita ditimpa musibah baik besar maupun kecil, sebaiknya kita mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan hanya kepada-Nya-lah kami kembali), ini dinamakan dengan kalimat istirja’ (pernyataan kembali kepada Allah SWT). Kalimat istirja’ akan lebih sempurna lagi jika ditambah, setelahnya dengan doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW  sebagai berikut :

“Ya Allah, berilah ganjaran atas musibah yang menimpaku dan gantilah musibah itu yang lebih baik bagiku.”  Barangsiapa yang membaca kalimat istirja’ dan berdo’a dengan doa di atas niscaya Allah SWT akan menggantikan musibah yang menimpanya dengan sesuatu yang lebih baik. (Hadits riwayat Al Imam Muslim 3/918 dari shahabiyah Ummu Salamah.)


Perhatikan sabda Rasulullah SAW berikut ini :

“Sungguh mengagumkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik. Dan hal itu tidak akan diperoleh kecuali oleh seorang mukmin. Apabila dia mendapatkan kesenangan, maka dia bersyukur. Maka hal itu merupakan kebaikan baginya. Dan apabila dia tertimpa kesusahan maka dia bersabar. Maka itu juga merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim)
Setiap amalan akan diketahui pahalanya kecuali kesabaran, karena pahala kesabaran itu, tanpa batas. Sebagaimana firman Allah SWT  “Sesungguhnya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan ganjaran/pahala  mereka tanpa batas.” (Az Zumar: 10)
baca selengkapnya »»  

Selasa, 10 September 2013

Laporan keuangan LAZWAF 10 September 2013 Masjid Jami' Akmaliah

Jamaah Masjid Jami' Akmaliah yang dimuliakan oleh Allah SWT, sebelumnya kami mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada jama'ah yang telah berpasrtisipasi dalam perjalanan LAZWAF Masjid Jami' Akmaliah, semoga Allah SWT akan membalas dengan pahala yang berlipat ganda. Amin.

Berikut adalah laporan kas LAZWAF Masjid Jami' Akmaliah sampai dengan tanggal 10 September 2013


baca selengkapnya »»  

Minggu, 08 September 2013

Jadwal Tausiah bulan September - Desember 2013 Masjid Akmaliah



Para jama'ah yang budiman,
Berikut adalah jadwal tausiah masjid Jami' Akmaliah periode bulan September s/d Desember 2013


baca selengkapnya »»  

Kamis, 10 Mei 2012

Pengertian Shalat Jum'at

A. Arti Definisi / Pergertian Shalat Jumat

Sholat Jum'at adalah ibadah salat yang dikerjakan di hari Jum'at dua rakaat secara berjamaah dan dilaksanakan setelah khutbah.

B. Hukum Sholat Jum'at

Shalah Jum'at memiliki hukum wajib 'ain bagi laki-laki / pria dewasa beragama islam, merdeka dan menetap di dalam negeri atau tempat tertentu. Jadi bagi para wanita / perempuan, anak-anak, orang sakit dan budak, solat jumat tidaklah wajib hukumnya.

QS : 62 (Al Jum'ah) ayat 9 :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِي لِلصَّلاَةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
" Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui"

Hadits Riwayat Bukhari
Diriwayatkan dari Salman Al Farisi r.a. :
Nabi Muhammad Saw. pernah bersabda, "siapapun yang mandi pada hari Jum'at, membersihkan dirinya semampunya, meminyaki rambutnya atau memakai wewangian di tubuhnya dengan wewangian yang ada di rumahnya, kemudian pergi (untuk mengerjakan shalat Jum'at) dan tidak menerobos dua orang yang sedang duduk (di dalam masjid), kemudian shalat sebanyak (yang Allah) wajibkan atasnya, lalu diam ketika imam tengah menyampaikan khutbah, maka dosa-dosanya antara Jumat itu dan Jumat sebelumnya dimaafkan Allah."




C. Syarat Sah Melaksanakan Solat Jumat

1. Shalat jumat diadakan di tempat yang memang diperuntukkan untuk sholat Jumat. Tidak perlu mengadakan pelaksanaan solat Jum'at di tempat sementara seperti tanah kosong, ladang, kebun, dll.
2. Minimal jumlah jamaah peserta salat jum'at adalah 40 orang.
3. Shalat Jum'at dilaksanakan pada waktu shalat dhuhur / zuhur dan setelah dua khutbah dari khatib.

D. Ketentuan Shalat Jumat

Shalat jumat memiliki isi kegiatan sebagai berikut :
1. Mengucapkan hamdalah.
2. Mengucapkan shalawat Rasulullah SAW.
3. Mengucapkan dua kalimat syahadat.
4. Memberikan nasihat kepada para jamaah.
5. Membaca ayat-ayat suci Al-quran.
6. Membaca doa.

E. Hikmah Solat Jum'at

1. Simbol persatuan sesama Umat Islam dengan berkumpul bersama, beribadah bersama dengan barisan shaf yang rapat dan rapi.
2. Untuk menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antar sesama manusia. Semua sama antara yang miskin, kaya, tua, muda, pintar, bodoh, dan lain sebagainya.
3. Menurut hadis, doa yang kita panjatkan kepada Allah SWT akan dikabulkan.
4. Sebagai syiar Islam.

F. Sunat-Sunat Shalat Jumat

1. Mandi sebelum datang ke tempat pelaksanaan sholat jum at.
2. Memakai pakaian yang baik (diutamakan putih) dan berhias dengan rapi seperti bersisir, mencukur kumis dan memotong kuku.
3. Memakai pengaharum / pewangi (non alkohol).
4. Menyegerakan datang ke tempat salat jumat.
5. Memperbanyak doa dan salawat nabi.
6. Membaca Alquran dan zikir sebelum khutbah jumat dimulai.
baca selengkapnya »»  

Sabtu, 21 April 2012

Memakmurkan Masjid


“MEMAKMURKAN MASJID”

|
إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ
Hanyalah yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. [At-Taubah 9 : 18]
وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا
Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. [Al-Israa` 17:16]
|
Wahai saudara-qu seiman, siapa yg mengetahui ajal masing-2 dari kita..??
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
(Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati), jangan menunggu usia kita tua, “ahh nanti saja.. nanti saja..!! pada akhirnya tanpa sadar ajal menjemput kita..
Ibnu Umar rodhiallohu ‘anhuma melanjutkan dengan berwasiat,
Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada pagi hari jangan menunggu datangnya sore.
Pada akhirnya masjid-2 kaum muslimin sepi dari ummatnya sendiri, dan janganlah kau letih dalam beramal di dunia ini, bersemangatlah berharaplah kehidupan yg terbaik setelah kematian karena Allah menjadikan kehidupan dunia sebagai penjara bagi kaum muslimin. Nabi  صلي الله عليه وسلم bersabda:
الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ
Dunia adalah penjara untuk mukmin dan surga bagi kafir.” (HR. Muslim)
dan kewajiban kita sebagai seorang muslim menjaga diri kita dan keluarga dari hal-hal yg terlarang dalam agama. Sebagaimana Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. [At-Tahriim 66:6]
|
Pewujudan cinta kepada masjid ini bisa kita tempuh dengan cara memakmurkan masjid diantaranya:

1. SELALU MERASA RINDU KEPADA MASJID.

Rasa cinta seseorang pada sesuatu biasanya membuat seseorang merasa rindu pada sesuatu itu karena memang hatinya telah terikat dan terpaut kepadanya. Karena itu, kecintaan kita kepada masjid seharusnya membuat hati kita terpaut kepadanya sejak kita keluar dari masjid hingga kembali lagi ke masjid.
Bilamana seseorang telah memiliki ikatan hati yang begitu kuat dengan masjid, maka dia akan menjadi salah satu kelompok orang yang kelak akan dinaungi oleh Allah di akhirat, seperti sabda Rasulullah Saw yang artinya:
Ada tujuh golongan orang yang akan dinaungi Allah yang pada hari itu tidak ada naungan kecuali dari Allah: Seseorang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid ketika ia keluar hingga kembali kepadanya” (HR. Bukhari dan Muslim)
Bilamana hati seseorang telah memiliki rasa cinta dan terpaut kepada masjid, maka pewujudan dan pembinaan diri yang dilakukan untuk memakmurkan masjid akan memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap seluruh aktivitasnya di luar masjid.

2. RAJIN MENDATANGI MASJID

Khusus kepada kaum laki-laki, diharapkan agar rajin mendatangi masjid untuk melakukan solat lima waktu yang lebih utama dilaksanakan secara berjamaah di masjid.
Disamping untuk melaksanakan solat berjamaah, kedatangan seorang muslim ke masjid juga untuk memakmurkan masjid dengan melakukan berbagai aktiviti lainnya yang bermanfaat bagi dia sendiri, keluarga dan masyarakatnya islam lainnya.
Kedatangan seorang muslim ke masjid guna memakmurkannya, maka kita tidak meragukan lagi tentang keimanannya, Rasulullah Saw bersabda yang ertinya:
Apabila kamu sekalian melihat seseorang biasa ke masjid, maka saksikanlah bahwa ia benar-benar beriman” (HR. Tirmidzi dari Abu Sa”id Al Khudri)

3. MENGHORMATI MASJID

Ada banyak hal yang boleh kita lakukan untuk menunjukkan penghormatan kita kepada masjid.
Pertama, melaksanakan Solat Tahiyyatul Masjid ketika memasukinya masjid. Rasulullah Saw bersabda yang artinya:
Apabila salah seorang diantara kamu datang ke masjid, maka hendaklah ia solat dua rakaat sebelum duduk” (HR. Jamaah dari Abu Qatadah)
Kedua, tidak menyalah gunakanan masjid. Masjid merupakan sarana untuk mengagungkan Allah S.W.T dengan segala aktiviti yang tidak bertentangan dengan segala ketentuan-Nya. Karena itu kalau kita cinta kepada masjid, jangan sampai masjid itu digunakan untuk hal-hal yang memang tidak dibenarkan oleh Allah dan Rasul-Nya,
Misalnya, menggunakan masjid untuk tempat berseteru, bertengkar atau melakukan jual beli di masjid, larangan ini terdapat dalam hadits yang artinya:
Apabila kamu melihat orang berjual beli di masjid, maka katakanlah kepadanya: semoga Allah tidak menguntungkan perdagangan kamu” (HR. Nasa”I dan Tirmidzi).
Ketiga, membersihkan dan menjaga masjid. Kecintaan kita terhadap masjid juga harus kita tunjukan dengan cara menjaga masjid agar selalu terpelihara fungsi dan kegunaanya.
Kita sangat dianjurkan untuk menjaga kebersihan dan memelihara masjid terutama disetiap ruangan ibadat ini, termasuk ruangan ditempat wuduk atau tandas agar selalu terjaga mempunyai aroma yang menyegarkan (tidak memberikan aroma yang tidak sedap).
Membuang segala kotoran dari dalam masjid, Rasulullah Saw bersabda yang artinya:
Dihadapkan padaku semua pahala yang diperbuat umatku, sampai-sampai kepada satu kotoran yang dikeluarkan oleh seseorang dari dalam masjid” (HR. Abu Daud, Tirmdizi dari Anas ra)
Hadists yang memerintahkan kaum muslimin untuk membersihkan masjid juga dari Aisyah ra, artinya:
Rasulullah Saw memerintahkan membangun masjid di kampung dan membersihkan serta memberinya wangi-wangian” (HR. Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi)
Jangan datang ke masjid dengan bau-bau yang tidak menyedapkan. Rasulullah Saw bersabda yang artinya:
Barangsiapa yang datang ke masjid dengan bau-bau yang tidak menyedapkan, maka janganlah sekali-kali mendekati masjid kami, sebab malaikat merasa terganggu oleh apa-apa yang mengganggu manusia.” (HR. Ahmad dan Bukhari dan Jabir ra)
Untuk menciptakan suasana masjid agar selalu terasa nyaman, disamping harus dijaga kebersihanya (lantainya dipakirkan, karpetnya divacuum kerana debu), juga sinar terang dan bau udara masjid harus dijaga sebaik mungkin.
Jemaah dilarang untuk melakukan hal-hal yang dapat mengotorinya, misalnya membuang sisa makanan sembarangan dan juga dilarang merokok di dalam masjid.

4. BERSEDIA BERKORBAN UNTUK MASJID

Setelah masjid didirikan, masjid perlu dibina dan dikembangkan agar tetap berfungsi sebagai tempat untuk tempat beribadat, menyebarkan dakwah dan pendidikan.
Untuk memakmurkan masjid sebagaimana yang dikehendaki mestinya, diperlukan pengorbanan yang sangat besar, baik pengorbanan harta, tenaga, waktu, dan ketrampilan seseorang demi untuk mengagungkan rumah Allah ini.
Sewaktu Rasulullah saw membangun masjid, beliau telah menunjukkan pengorbanannya yang besar.
Dengan tenaga yang dimiliki misalnya, beliau membawa batu bata sendiri sewaktu membangun masjid. Sehingga para sahabat yang melihat Rasulullah saw yang sangat letih, bertambah semangat untuk membantu Rasulullah membangun masjid.
Sehubungan itu, masjid merupakan salah satu yang penting untuk pembinaan umat islam, maka
  • Disamping tempat untuk Beribadat dan dakwah,
  • Tempat diskusi tentang agama dan musyawarah,
  • Tempat mengajar anak-anak tentang islam dan
  • Tempat menuntut ilmu islam,
Maka tempat ibadah ini juga boleh digunakan untuk saling membantu diantara umat islam dibidang sosial dan ekonomi.
Sebagai contoh dari Rasulullah saw yang boleh kita tiru dalam kehidupan kita sehari-hari, sewaktu ada sahabat jama”ah masjid mengalami kesulitan ekonomi, beliau korbankan hartanya untuk membantu sahabat itu hingga kesulitannya dapat diatasi.
Dari huraian di atas, menjadi jelas bagi kita bahawa, masjid merupakan tempat yang harus kita cintai dengan cara memakmurkan masjid.
Oleh karena itu, perhatian kita kepada masjid harus selalu kita tingkatkan dari waktu ke waktu agar masjid kita tetap berfungsi sebagai rumah Allah, selalu ramai didatangi orang untuk beribadat, selalu terpelihara kebersihannya dan selalu terjaga kemulianya.
baca selengkapnya »»